BANYAK ANAK BANYAK REZEKI?????
"Pertumbuhan penduduk meningkat mengikuti deret geometri sementara jumlah pangan menungkat mengikuti deret ukur"
Kalimat diatas dikutip dari essai yang dibuat Thomas Robert Malthus atas keprihatinannya saat melihat daerah kumuh di London. Malthus saat itu beranggapan kalau jumlah penduduk jauh melampaui jumlah stok makanan maka alam akan menyortirnya dengan penyakit dan juga peperangan karena rebutan makanan.
Kini tak terasa sudah 7 miliar lebih jumlah manusia diatas muka bumi. Banyak yang ketakutan jika suatu saat nanti akan terjadi perang besar memperebutkan sumber daya alam. Namun Hans Rosling melalui analisa statistiknya ternyata punya anggapan lain, menurut perhitungan yang dilakukan PBB ditambah dengan data jumlah anak-anak yang Hans peroleh, Ia mengambil kesimpulan kalau jumlah manusia ditahun 2100 adalah....11 miliar orang.
WOW
Jumlah manusia bertambah namun ada kabar bahagia yaitu jumlah anak yang dimiliki tiap pasangan juga berkurang. Hans membuka data tentang jumlah anak dari zaman pra revolusi industri sampai masa kini.
Dimasa pra revolusi industri, memiliki anak lebih dari 5 itu wajar karena jumlah anak yang besar bisa dijadikan sebagai tenaga tambahan, namun biar begitu justru pertumbuhan penduduk lambat. Alasannya karena dimasa sebelum abad keduapuluh, ilmu kedokteran masih belum canggih. Taruhlah anda punya anak sebanyak 6 orang, meskipun anda mampu mencukupi kebutuhan makannya anda harus menerima kenyataan pahit kalau sebagian besar anak anda hanya punya angka harapan hidup sebesar 30 tahun. Dari 6 orang anak, rata-rata hanya 2-3 orang yang bertahan sampai dewasa. Kalau gak percaya, coba datang ke pemakaman yang dibangun 100-200 tahun lalu, pasti kebanyakan isinya anak-anak dibanding lansia.
Lalu sepanjang abad keduapuluh, terjadi ledakan penduduk yang drastis. Setelah perang dunia 2, berkat senjata nuklir yang amat ditakuti, jumlah konflik bersenjata jarang terjadi secara besar-besaran dipadu dengan inovasi pembuatan pupuk nitrogen Haber-Bosch yang mendongkrak produksi pangan dan jangan lupa tentang imunisasi yang membuat peluang hidup anak membesar. Bagi Hans inilah penyebab sebenarnya ledakan penduduk, sebelumnya Ia melihat keseimbangan dimasa pra revolusi industri dimana sepasang orangtua hanya akan digantikan oleh 2-3 orang anaknya, justru semenjak tahun 60-an disaat tren jumlah anak banyak masih diterapkan tetapi tidak diikuti dengan kematian anak yang tinggi. Alhasil terjadi lonjakan jumlah penduduk dari yang sebelumnya hanya kurang lebih 2 Miliar diakhir perang dunia 2 menjadi 7,5 miliar pada tahun 2017 (tahun yang sama dengan Hans menulis bukunya), namun meski begitu Hans juga mencatat jika jumlah anak per jumlah ibu berkurang drastis dari 5 anak peribu (1965) menjadi 2,5 anak peribu (2017).
Jika anda membaca tulisan saya yang sebelumnya. Anda dikenalkan dengan pembagian kekayaan menjadi 4 bagian yaitu bawah, menengah ke bawah, menengah ke atas, dan atas. Rosling memperhatikan jika berkurangnya jumlah anak peribu disebabkan semakin banyaknya manusia yang berhasil masuk ke kelompok menengah ke atas. Rosling teringat dengan Bill Gates yang dicibir koleganya karena membuat klinik dan sekolah gratis di Afrika, bagi koleganya usaha Gates akan sia-sia dan justru mempercepat kerusakan bumi akibat overpopulasi mengingat Orang Afrika sering memiliki banyak anak namun Gates optimis, baginya Orang Afrika memiliki banyak anak akibat rendahnya kualitas kesehatan dan juga rendahnya pendidikan yang mereka terima. Orang Afrika akan memiliki sedikit anak apabila jumlah kematian anak dikurangi dan tingkat pendidikan Orang Afrika berhasil meningkat. Ironisnya gara-gara pandemi Covid19, usaha Gates membangun kesehatan dan ekonomi Afrika menghadapi kendala.
Tapi yang perlu diingat, masih ada 4 miliar orang yang masuk ke kelompok menengah ke bawah dan bawah. Jika ingin menyelamatkan bumi dari overpopulasi maka sebaiknya 4 miliar orang ini harus diberi akses ke fasilitas kesehatan serta pendidikan yang lebih top. Dengan demikian keseimbangan akan kembali terjaga dimana rata-rata orangtua hanya memiliki 2 orang anak untuk menggantikan perannya.
"EITS bentar, kalau udah seimbang terus tambahan 4 miliar orang itu darimana?"
Beruntunglah kalian yang telah hidup dimasa modern. Masa kini usia harapan hidup manusia berhasil meningkat jauh, sering kita melihat orang yang hidup sampai usia 80-100 tahun karena begitu baiknya fasilitas kesehatan. PBB memperkirakan jika dari 11 miliar orang yang diprediksi menghuni bumi 100 tahun yang akan datang terdiri dari 2 miliar anak-anak, 6 miliar usia produktif, 3 miliar usia senja. dan jika jumlah anak berhasil dipertahankan menjadi hanya 2 miliar pergenerasi maka jumlah penduduk akan berhenti bertambah dan stabil di angka 11-12 miliar.
Sekarang yang mesti kita pikirkan, 3 miliar orang kelas menengah kebawah dan 1 miliar orang kelas bawah bisa tidak mengakses pendidikan dan kesehatan agar misi melawan overpopulasi bisa sukses?
Sumber : buku factfulness : ten reason we wrong about the world karya Hans Rosling.






Komentar
Posting Komentar