Berpikir dengan first principles.

Dimasa lalu ada seorang pastor bernama Gregor Mendel yang merasa penasaran dengan sifat manusia. Sebagai pengurus gereja, Ia sering mendengar aduan mengenai kelakuan anak yang sering dikira menjiplak karakter lingkungannya namun adakalanya Ia menemukan jika sifat sang anak terkadang menurun dari orangtuanya. Mendelpun melakukan serangkaian ujicoba dengan menggunakan kacang polong, dan hasilnya memang terdapat penurunan sifat dari beberapa varian kacang polong. 



Saya gak begitu paham genetika tapi ada satu hal yang patut diperhatikan secara mendalam yakni eksperimen yang dilakukan Mendel itu sebenarnya sudah dipraktikan oleh Aristoteles dan juga masih dipraktikan oleh sebagian besar ilmuwan masa kini dengan sebutan "First Principle".


First Principle itu mengajakmu untuk memecah dan mengusut suatu hal sampai ke hal paling dasar.


Ambil contoh, presiden AS pada masa depresi besar yakni F.D.Roosevelt. Ia mengamati suatu hal unik berupa deflasi parah, harga barang jatuh tapi gak ada yang mampu beli. Akhirnya Iapun memecah masalahnya menjadi beberapa poin sekaligus mencoba menjawabnya :


1. Apa penyebab harga barang jatuh?


"Pasar Eropa yang dikuasai pengusaha AS saat perang dunia 1 ternyata diambil alih kembali oleh perusahaan domestik. Sehingga permintaan barang merosot."


2. Harga barang murah tapi gak ada yang bisa beli?


"Minimnya permintaan barang membuat banyak perusahaan memberhentikan sebagian besar karyawannya"


3. Bagaimana mengatasi semua ini?


"Buat proyek padat karya untuk menyerap tenaga kerja dan perbesar suku bunga bank agar uang yang beredar menyusut."


Dan berkat kepala dingin disertai ketabahan F.D.R, AS bisa terbebas dari krisis ekonomi yang sangat horror. 


Selain untuk menyelesaikan masalah, prinsip first principle juga dibutuhkan untuk melawan fobia, mengubah kebiasaan dan terlebih pelaku usaha dalam mencari peluang usaha.


Tapi nih ya, terkadang ada juga cara berpikir yang lumayan mengganggu yaitu analogi dan utilitarian. 


Analogi yang bisa diartikan perbandingan, sering dipakai saat berbicara tapi pola pikir ini kerap membuat miskonsepsi. Ambil contoh seorang guru menerangkan ciri-ciri tanaman cannabis, Ia menerangkan jika daun Cannabis itu mirip daun singkong. Bagi yang paham, pasti gak akan kebingungan namun bagaimana dengan yang awam? Bisa-bisa ada yang bakar kebun singkong karena dianggap kebun ganja.


Lalu utilitarian sedikit mirip dengan first principle tapi bedanya ini fokus ke akibat.


Ada seorang pengusaha berpikir...


"Kalau saya bangun toko di daerah padat penduduk pasti maju"


Masalah utama dari pola pikir utilitarian adalah mengabaikan sebab dan condong ke prediksi akibat yang ditimbulkan perbuatannya, bahasa ringannya kamu itu sedang membuat ramalan. Pengusaha itu gak memperhitungkan sungai yang bisa saja meluap dan merusak tokonya, resiko kebakaran yang sangat besar di daerah padat penduduk, tingkat kriminalitas yang tinggi dan lainnya.


Apakah analogi dan utilitarian salah? Gak juga tapi gak begitu cocok jika dipakai untuk memecahkan masalah.

Komentar

Postingan Populer