Mengapa negara superpower selalu didominasi negara imigran?.

Kalau saya bertanya kepada kalian, apa ciri-ciri negara superpower?, ada yang menjawab ekonomi kuat, ada yang menjawab militer yang kuat, ada juga yang menjawab budayanya menyebar luas (biasanya yang ngejawab kpopers dan wibu), semuanya benar, tapi kalau saya tanya apa penyebab suatu negara menjadi superpower?.


Apa yang membuat Kekaisaran Persia Archamaenid menjadi penakluk terhebat?, apa yang membuat Romawi berkuasa dizamannya?, apa yang membuat Dinasti Tang menjadi dinasti paling tangguh dalam sejarah Cina?, apa yang membuat  Ottoman berhasil memerintah dari Afrika Utara hingga Anatolia?, apa yang membuat Belanda menjadi monarki terkaya di Eropa?, apa yang membuat Inggris mampu menaklukan 1/4 dunia?, apa yang membuat Amerika memimpin dunia?, jawabannya hanya satu yaitu RASA TOLERANSI YANG BESAR.


Mengutip dari bukunya Amy Chua the days of empire, Amy berujar bahwa ada 8 jenis kecerdasan manusia dan setiap manusia unggul dalam kecerdasan yang berbeda, ada yang cerdas dalam eksak (ilmu), ada yang cerdas dalam hal kinesik (fisik), ada yang cerdas dalam hal artistik (seni), dan masih banyak yang lain. Lalu apa hubungannya dengan negara imigran?, suatu negara yang berhasil menarik warganegara lain secara tidak langsung berarti mendapat kecerdasannya, semakin banyak kecerdasan yang dimiliki suatu negara jelas akan semakin maju negara tersebut.


1. Persia Archamaenid.



Dinasti Persia yang saya maksud bukan Dinasti Sassanid yang berperang melawan Pasukan Arab Muslim tetapi Dinasti yang berdiri dibawah Cyrus the great/Koresh (Muslim di Iran percaya kalau Koresh adalah Iskandar Dzulqarnain yang berperang melawan ya'juj wa ma'juj). Koresh tidak seperti para raja pada masa itu yang selalu memperbudak bahkan membantai penduduk kerajaan yang ditaklukkan, Koresh biasanya mengajak penduduk kerajaan yang kalah untuk menjadi warganegara Archamaenid dan mengambil setiap pemuda yang bertalenta untuk mengabdi di istana dan juga menjadi bagian dari militernya.


Dulu Sukarno mencoba menyatukan bangsa kita yang terdiri dari banyak agama dengan membuat banyak rumah agama mengelilingi monas, begitu juga Koresh, beliau selalu mengukir patung sesembahan dari kerajaan taklukkannya dan menempatkannya di istananya, kebijakannya memancing ribuan imigran dari berbagai ras dan agama untuk menjadi bagian dari Archamaenid dan membuatnya menjadi kerajaan adidaya dengan luas wilayah 8.000.000 Km2.


Xerxes (yang pernah nonton film 300 pasti tau tapi penggambaran dalam film sangat menyesatkan), cucu dari Koresh bisa dibilang adalah biang keladi dari kehancuran Archamaenid. Tidak seperti Koresh dan ayahnya Darius, Xerxes cenderung despotik dan menghancurkan patung sesembahan yang ada di istana agar bisa diganti dengan patungnya, ketika masa kepemimpinannya banyak terjadi pemberontakan. Kehancuran Archamaenid benar-benar terjadi ketika Alexander the great merangkul penduduk yang berada dibawah Darius 2 (Anaknya Xerxes) agar bergabung menjadi prajuritnya dan melawan tiran yang menindas mereka, dan berkat pendekatan yang agak mirip dengan Koresh, Kerajaan Makedonia berhasil menaklukkan Archamaenid.


Source day of empire : https://www.pdfdrive.com/day-of-empire-how-hyperpowers-rise-to-global-dominance-and-why-they-fall-e184968617.html

Komentar

Postingan Populer