Sulitnya mempercayai hukum

Bukan hal yang aneh mendengar kabar seorang begal dibakar massa, dan juga bukan hal yang aneh mendengar seorang copet babak belur dipukuli warga.


Dan berbagai hal barbar itu berawal dari satu hal yaitu ketidakpercayaan kepada hukum. Satu hal yang menjengkelkan namun patut dipuji dari kelompok kriminal adalah solidaritas mereka. Para bandit itu rata-rata disumpah untuk bekerjasama dan ini juga berlaku ketika salah satu dari mereka tertangkap. Taruhlah dari 10 anggota lalu salah satunya tertangkap maka kesembilan anggota yang lain mau gak mau pasti akan patungan untuk menyuap agar kawannya berhasil dilepaskan.


Barangkali ada yang bertanya kenapa gak dikorbankan aja? Kan cuma seorang. Iya cuma seorang tapi ini juga tergantung seberapa banyak info yang Ia ketahui, seberapa banyak relasi bisnis hitam yang ia kenal, seberapa banyak persembunyian yang ia pernah datangi. Jadi biarpun cuma seorang tapi kelas kakap pasti bakal banyak yang mau membebaskan dia agar dirinya tidak ikut terseret. Kan bisa repot kalau dia diinterogasi terus nyebut banyak nama.


Lalu dari sisi warga, ini jugalah alasan kenapa mereka apatis meskipun tahu ada sekelompok kriminal bersembunyi di daerah mereka. Bayangkan kalau ada yang melapor ke polisi lalu identitas pelapor diketahui kawanan yang lain, pasti pelapor akan jadi incaran kelompok itu karena dianggap membahayakan. Jangan aneh kalau warga memilih diam karena sadar akan resikonya.


Sekarang kalau ada yang bertanya seberapa serius kasus penembakan polisi kemarin, bagiku sangat serius. Reputasi kepolisian itu gak begitu bagus lalu ditambah kasus internal akan menambah ketidakpercayaan publik.


Jangan heran kalau aksi main hakim sendiri akan semakin marak nanti.


Rahman Maulana Idris

Komentar

Postingan Populer