Sejarah jalan TOL : Banyak jalan menuju Roma.
Sebelumnya saya pernah menulis kalau peradaban yang hyperpower terbentuk oleh toleransi. Nah tentang itu ada satu hal unik mengenai faktor yang menyatukan berbagai etnis dalam satu bendera Romawi yaitu jalan TOL.
Romawi berdiri dizaman dimana jumlah penduduk sedikit, hutan masih lebat dan binatang liar/buas banyak berkeliaran diantara kota-kota seluruh Romawi. Oleh karena itu kegiatan ekonomi Romawi dimasa awal terbilang lesu hingga akhirnya tercetus ide untuk membangun jalan dengan membabat hutan dan memberinya batu lalu setiap beberapa Km dijaga oleh pos tentara. (lihat gambar pertama)
"Lah Bang itu'kan jalan desa biasa? Apa istimewanya sih?"
Lu lihat pake patokan jaman sekarang, jaman dulu banyak lumpur, banyak semak-semak, banyak serigala dan yang paling menakutkan banyak penyamun yang berkeliaran. Nah karena berbagai hal buruk itulah ekonomi Romawi sulit berkembang, sekarang jika anda menjadi seorang pedagang lalu mengirim beberapa roda untuk memasarkan dagangannya tapi pada saat yang sama anda menghadapi kendala entah ban rodanya ketelan lumpur, diserang serigala atau bahkan dirampok lalu dagangannya dirampas jelas anda gak akan semangat berdagang. Begitu juga penduduk kota yang jadi pembeli, ketika yang butuh barang banyak tapi barang yang datang sedikit akibatnya apa? Ingat hukum permintaan, semakin banyak permintaan dipadu dengan barang yang sedikit akhirnya harga barangnya meroket.
Oleh karena itu pemerintah Roma memutuskan untuk membangun jalan dan menempatkan pos tentara yang tugasnya beberapa hari sekali berburu binatang buas, memberantas penyamun. Namun itu tidak gratis, setiap pedagang yang lewat harus siap dipalakin eh maksudnya dipajakin oleh tentara dan sebagiannya disetor ke pemerintahan pusat Romawi. Kebijakan membangun jalan itu berbuah manis, para pedagang dengan semangat mengirim banyak barang karena tidak takut lagi dirampok, para penduduk yang sebelumnya mengeluh dengan mahalnya harga barang dari luar kota kini mendapat pasokan barang secara besar-besaran dan harganya turun hingga ramah dikantong ditambah pemerintah juga dapat cuan dari pajak pedagang yang lewat jalan TOL.
Kebijakan jalan TOL yang dibangun Romawi juga jadi salah satu faktor yang membuat Romawi mudah menaklukan daerah pinggirannya, disaat pasukan musuh butuh waktu lama untuk mengumpulkan kekuatan Pasukan Romawi bisa dengan mudah mengirimkan pasukan dari kota sekitarnya berkat jalannya yang mulus baik untuk menaklukan musuh maupun memadamkan pemberontakan. Uniknya terkadang ada juga bangsawan lokal yang lebih memilih tunduk kepada Roma demi dibangunkan jalan agar bisa ikut berdagang dengan para pedagang lain, bagi para bangsawan itu daripada menunggu ditaklukan oleh Romawi yang unggul dalam hal manuver pasukan kenapa gak gabung aja secara baik-baik? Kan lumayan bisa ikut dibangun jalan tanpa resiko hartanya dijarah akibat kalah perang.
Kombinasi antara keterbukaan Romawi dan juga jalan TOL-nya itulah yang menjadi faktor Romawi bisa berkuasa di Eropa dan Afrika Utara (lihat gambar kedua) selama berabad-abad sampai akhirnya terjadi perpecahan antara penganut Pagan dan Kristen.
Ribuan tahun kemudian, disebuah negara yang luluh lantak akibat sebelumnya kalah perang. Seorang politisi mantan kopral dengan kumis kotak memikirkan bagaimana caranya Ia membebaskan bangsanya dari hiperinflasi. Ketika Ia berdiskusi dengan sesama anggota NSDAP, Ia mendapat ilham kalau penyebab hiperinflasi yang melanda Jerman adalah karena terlalu banyak uang Mark yang dicetak untuk ditukar dengan emas dalam negeri agar bisa membayar hutang perang (dulu mata uang internasionalnya emas, baru setelah perang dingin berakhir Dollar AS jadi mata uang internasional). Bagi Hitl*r cara agar ekonomi Jerman bangkit ada dua yaitu pertama menarik mata uang yang beredar dimasyarakat secara paksa namun ini juga berarti popularitas NSDAP menurun dan yang kedua yaitu memperbaiki jalan bahkan menambah jumlahnya agar pemasaran barang industri berjalan lancar sehingga uang yang jumlahnya banyak itu tidak berputar diperkotaan tapi merata (dengan kata lain inflasinya menurun).
Namun konyolnya, sebelum mereka mengajukan ide untuk memperbaiki jalan justru mereka menentang proyek jalan yang dicanangkan pemerintah karena mereka masih berstatus oposisi. Alasan yang diajukannya macam-macam mulai dari proyek jalannya nanti hanya dinikmati orang kaya, anggaran kesehatan dan pembukaan lapangan kerja mesti diprioritaskan. Dan setelah mereka berkuasa pada tahun 1933, mereka malah menjalankan proyek Reichsautobahn (Jalan TOL). Kali ini lagunya berbeda....
"kami ingin membuka lapangan kerja bagi mereka yang diPHK akibat hiperinflasi, selain itu proyek Reichsautobahn dibangun dengan tujuan meningkatkan mobilitas agar kita sesama Bangsa Jerman saling menyapa dan membantu"
Proyek jalan tersebut berhasil mendongkrak perekonomian Jerman dan bahkan para sejarawan berpendapat jika saja Hitl*r tidak memulai perang dunia kedua, Hitl*r pasti akan dikenang sebagai pahlawan nasional bagi Jerman.
Beberapa waktu kemudian setelah Jerman kalah dalam perang dunia 2. Seorang jenderal yang bernama Eissenhower yang memimpin pasukan dari pendaratan pantai Omaha hingga memasuki Jerman melihat dengan mata kepala sendiri betapa berbedanya kondisi jalan saat Ia di Prancis dengan Jerman. Eissenhower mengambil kesimpulan jika kemampuan manuver pasukan Jerman terbilang tinggi karena kondisi jalannya yang memungkinkan kendaraan militernya bergerak mulus.
Eissenhower yang kembali ke negerinya lalu memikirkan kelangsungan Paman Sam....
"sebelum memasuki perang dunia kedua, ekonomi AS limbung karena depresi besar dan juga jika suatu saat nanti AS mendapat serangan, bagaimana militer AS melindungi tanahnya yang sangat luas ini?"
Eissenhower menggunakan jalan TOL sebagai bahan kampanye hingga akhirnya beliau memenangkan pilpres ditahun 1953. Setelah terpilih, Eissenhower merilis UU bernama federal aid highway act of 1956. UU itu berisi bantuan dana untuk membangun jalan diseluruh bagian AS yang kini disebut interstate highway system. Target total jalan TOL yang ingin dibangun yakni sepanjang 41.000 mil atau 66.000 km (gambar ketiga) dengan perkiraan dana yang dibutuhkan sebesar US$ 26 milliard (miliar bukan million/juta) dan pemerintah federal akan mengucurkan damna sebanyak 90% dari total dana yang dibutuhkan.
Kebijakan jalan TOL perlahan tapi pasti mendongkrak perekonomian AS selama perang dingin berkat jalannya yang panjang bin mulus serta penduduknya yang banyak. Bahkan beberapa pengamat perang dingin juga sering menyebut kalau Jalan Interstate inilah faktor utama kenapa AS bisa memenangkan perang dingin. Uni Soviet sebagai rival AS sama sekali tidak punya proyek jalan TOL karena bagi mereka Rakyat Soviet harus menggunakan kendaraan umum sebagai bentuk kolektivisme, jadi pembangunan jalan tidak begitu diperhatikan dibanding jalur kereta api, itupun masih ada yang dikorupsi saking besarnya pengaruh pemerintah (bisa baca buku why nations fails).
Sekarang kesimpulan yang diambil dalam sejarah jalan TOL adalah jalan TOL merupakan urat nadi perekonomian dan pertahanan, dengan jalan TOL para pengusaha bisa melebarkan pemasaran sekaligus membuka cabang untuk menyerap tenaga kerja, dengan jalan TOL pula pertahanan sebuah negara menjadi kuat (inget jalan Anyer-Panarukan Daendels).
Sumber :
why nations fail : https://www.pdfdrive.com/why-nations-fail-the-origins-of-power-prosperity-and-poverty-e157892932.html
day of empire : https://www.pdfdrive.com/day-of-empire-how-hyperpowers-rise-to-global-dominance-and-why-they-fall-e184968617.html
https://www.zenius.net/blog/jalan-tol





Akhirnya bisa buat halaman di Google juga
BalasHapus