Machiavelli, nasionalisme dan konsep wajib militer.

Beberapa tahun lalu, Indonesia heboh dengan isu wajib militer. Ada yang menyambut dengan antusias, ada juga yang menyebarkan desas desus kalau para peserta wamil akan bernasib seperti angkatan kelima dan diperalat sebagai pion perebut kekuasaan. Membicarakan wamil biasanya tidak jauh-jauh dari negara yang diancam konflik seperti Korsel, India, Pakistan dan Israel. Tetapi jika dirunut lebih jauh pencetus ide wajib militer justru bukan seorang militer melainkan Filsuf, namanya Niccolo Machiavelli.



Machiavelli dan bukunya yang berjudul sang penguasa berhasil membuat gempar dunia. Sebagian orang mengutuknya dan sebagian lagi memujanya, saya termasuk yang kedua. Alasan saya adalah karena Machiavelli termasuk orang yang mengedepankan logika, argumennya selalu logis meski selalu mengesampingkan empati. Salah satu bab yang paling menarik adalah bagian tentang pentingnya memiliki kekuatan militer sendiri. 


Machiavelli hidup dizaman Italia terpecah belah menjadi berbagai dinasti yang saling serang, setiap dinasti tumbang hanya dalam beberapa tahun sekali. Machiavelli mengambil kesimpulan jika penyebab keruntuhan dinasti adalah tiadanya militer yang solid, Machiavelli melihat dengan mata kepala sendiri betapa sombongnya para tentara bayaran dalam bertingkah dan sering memeras rakyat tetapi ketika perang banyak yang kabur mencari keselamatan sendiri. Perlu diingat ketika jaman dulu tidak ada istilah berperang demi tanah air tetapi berperang untuk penguasa, jangan aneh kalau banyak tentara bayaran yang berasal dari negara lain, sementara setengahnya memang direkrut dari rakyat sendiri. Kalau dari awal pembentukan militernya saja sudah campur aduk, gimana kedepannya?, yang jadi perwira pasti was-was jangan sampai anak buahnya berantem masing-masing, belum lagi tentara bayaran yang suka kabur begitu dapet duit, kalaupun belum dibayar tentara bayaran lebih fokus nyari harta jarahan ketimbang ngelawan musuh.


Machiavelli membuka buku agama dan menemukan 1 fakta, apa yang membuat Daud bisa menumbangkan Jalut?. Daud tidak menggunakan pedang yang diberikan Thalut tetapi ketapel yang biasa Ia gunakan. Begitu juga dengan peperangan, lebih terjamin berperang dengan pasukan sendiri ketimbang tentara bayaran sehebat apapun tentara bayaran tersebut. Machiavelli juga menulis daripada meminta rakyat memuja pemimpin, jauh lebih baik agar rakyat mencintai tanah tempat ia lahir. Sayangnya Machiavelli keburu meninggal sebelum melihat teorinya dipraktikan.


Prancis setelah mengalami revolusi yang menggulingkan bangsawannya dihantam oleh berbagai pasukan koalisi, namun berhasil bertahan bahkan menguasai sebagian besar Eropa. Apa kuncinya? yaitu konsep wajib militer, ketika Napoleon menobatkan diri banyak yang memandangnya dengan sinis karena sebelumnya Ia membenci sistem feodalisme tapi malah mengangkat diri sebagai kaisar, untuk menanamkan nasionalisme Ia berkata,"aku tidak meminta kalian berperang untukku, tetapi berperang untuk menjaga tanah tempat kalian lahir", berkat kata-katanya banyak Rakyat Perancis yang tergugah untuk membela negeri tempat tinggalnya ketika diserang pasukan koalisi. Dalam hal jumlah pasukan koalisi lebih besar tapi dalam hal kualitas, Perancis berhasil menggenjot jumlah juga kemampuan perang dengan melakukan wajib militer bagi rakyatnya. Bandingkan dengan negara lain yang sering memisahkan para ilmuwan dengan tentaranya,


"Sebuah negeri yang memisahkan petarung dan pemikir, pertarungannya akan dilakukan orang bodoh, penelitiannya akan dilakukan orang pengecut"


Hal itu terbukti ketika Napoleon menaklukan Eropa, para ahli matematika berperang di bagian artileri, para ahli kimia bekerja di bagian mesiu, para teknisi berkarya di bagian persenjataan. Negara koalisi yang mengandalkan tentara bayaran pasti kepayahan ketika melawan Napoleon, hingga mereka sadar jika Napoleon bisa sekuat ini justru karena merekrut rakyatnya sendiri dan bukan mengupah tentara. Hingga Pertempuran Leipzig, yang sampai sekarang disebut pertempuran antarbangsa karena negara koalisi meniru wajib militer Prancis dan berhasil mengknock out Prancis untuk pertama kalinya. Sungguh ironis wajib militer menguatkan Prancis, wajib militer juga yang menghancurkannya.


Banyak sejarawan yang mengklaim jika buku Machiavelli menjadi pegangan para diktator mulai dari Napoleon hingga Stalin. Terlepas dari kontroversinya, ada satu ajaran Machiavelli yang kini mendunia yaitu nasionalisme, Machiavelli bisa dibilang filsuf pertama yang mengajarkan untuk menanamkan rasa cinta tanah air karena baginya tanah air akan selalu ada, sementara penguasa bisa mati dan negara bisa runtuh.


"jika suatu kebebasan hanya bisa diraih dengan peperangan, maka peperangan itu suci."

Niccolo Machiavelli quote

Komentar

Postingan Populer