John Rabe, pahlawan yang keberaniannya mendobrak batas ras dan politik.

John Rabe adalah nama dari seorang pengusaha dan ekspatriat asal Jerman yang terkenal akan usahanya dalam menyelamatkan ratusan ribu Orang Tiongkok di peristiwa Pembantaian Nanking.



Membicarakan sejarah tentang Rabe tidak bisa lepas dari Perang Jepang-Tiongkok 1937. Jepang yang pada saat itu sedang bergairah ingin menjadi Pemimpin Asia, menginvasi Tiongkok yang meskipun jumlah penduduknya besar tapi militernya lebih lemah dan tidak sesolid Jepang (banyak faksi di kelompok Tiongkok, mulai dari Kuomintang, eks kelompok Boxer, dan yang terbaru adalah Kunchantang).


Nanking sebagai ibukota Tiongkok pada akhirnya jatuh ke tangan Jepang, Chiang Kai Shek (Pemimpin Tiongkok pada saat itu) memberi perintah kepada setiap Tentara Tiongkok untuk mundur, tetapi karena kacaunya suasana Kota Nanking perintah itu tidak tersebar merata (jaman dulu komunikasi paling mentok make telegraf kawan, kalo tiang kabelnya rubuh yaudah pesannya enggak bisa nyampe, apalagi Jepang makai artileri banyak banget buat ngejebol Nanking). Tentara Jepang yang menyisir Kota Nanking untuk mencari Tentara Tiongkok mulai mengeluarkan sisi bejatnya, mereka melakukan pemerkosaan massal terhadap wanita Tiongkok yang tertawan, memenggal Tentara Tiongkok yang tertangkap dan menggantung kepala-kepalanya di tiang (ada fotonya di google, saya sampe susah tidur gara-gara tuh foto). Pada saat itulah, seorang Pengusaha asal Jerman yang bernama John Rabe membuat rencana untuk menciptakan Nanking Safe Zone, Rabe mengajak Orang Eropa yang lain untuk menyelamatkan Orang Tiongkok dengan memanfaatkan kekebalan diplomatik mereka. Rabe mendatangi kedutaan-kedutaan Eropa, agar bisa membuat Safe Zone seluas 8,6 km persegi, Rabe kerap berkeliling Nanking sambil menunjukkan ban lengan dengan logo swastika untuk menyelamatkan warga Tiongkok yang disiksa Jepang dan juga mengambil wanita yang (maaf) sedang diperkosa ramai-ramai (informasi tentang keanggotaan Rabe di partai NSDAP masih rancu, sumber barat bilang Rabe memang anggota NSDAP, sementara sumber Tiongkok berpendapat Rabe hanya "meminjam" ban lengan swastika).


Rabe berhasil menyelamatkan kurang lebih 300.000 penduduk Tiongkok dengan zona amannya, sayangnya pada akhir perang dunia 2, Rabe yang telah kembali ke Jerman distigma oleh masyarakat akibat keterlibatannya dengan partai NSDAP, bahkan keluarganya sampai mencari makan di hutan. Pada tahun 1950 (setelah perang saudara) Masyarakat Kota Nanking yang mengetahui kondisi keluarga Rabe, langsung mengumpulkan sumbangan sebesar $2000 (untuk kurs tahun 1950, 2000 dollar lumayan banyak). Sayangnya Rabe meninggal di tahun yang sama akibat stroke.


Rumah yang sebelumnya ditempati Rabe di Nanking sekarang menjadi cagar sejarah, setiap peringatan Pembantaian Nanking, Warga Nanking diwajibkan untuk berkunjung ke rumah tersebut untuk mendoakannya. Bahkan walikota Nanking dalam pidatonya pernah menyebut Rabe sebagai "a living buddha", tak hanya itu, buku harian Rabe juga menjadi rujukan sebuah film tentang dirinya (filmnya udah rilis judulnya "John Rabe").


Sumber : buku Nanking massacre : a forgotten holocaust.

Komentar

Postingan Populer