Dilema irigasi : pemerataan pengairan vs peningkatan salinitas.

Dalam pertanian, air menjadi salah satu faktor yang menunjang produktivitas agrikultur. Bahkan dalam sejarah daerah yang subur dan memiliki banyak air sering muncul sebagai peradaban yang maju. Pertanian bisa dianggap sebagai faktor pendorong munculnya peradaban. Kalau tidak ada pertanian, manusia akan makan apa? Makanya di daerah yang tidak subur jangankan berpikir untuk memajukan peradaban, untuk bisa makanpun harus berpikir keras supaya tidak mati kelaparan.


Di Pulau Jawa yang sudah terkenal kesuburannya, air bisa didapat dengan mudah namun jarak rata-rata antara sungai-sungai besar tergolong jauh oleh karena itu Pemerintahan Hindia Belanda dimasa politik etis memperkenalkan sistem irigasi yang gunanya untuk meratakan pasokan air.


Hanya saja ada satu masalah serius yang kerap menghantui daerah yang dilewati saluran irigasi yaitu peningkatan salinitas (kadar garam). Air laut bisa asin karena mengandung garam yang larut dari bebatuan yang dibawa sungai dan irigasi memperbesar kadar garam pada air tanah yang dilalui saluran irigasi. 


"apa penyebabnya?"


Sebabnya bukan kadar garamnya yang bertambah tapi volume airnya yang berkurang karena penguapan yang lebih besar dari sebelumnya. Dalam fisika, laju penguapan zat cair diperbesar dengan cara : 


1. Memberi panas

2. Memperbesar luas permukaan zat cair

3. Meniup udara diatas zat cair


Perhatikan setiap poin diatas, semuanya bisa kita temukan pada saluran irigasi. Disiang hari matahari memberi panas untuk menguapkan air, lalu pembangunan irigasi juga membuat sungai bercabang dan hasilnya luas permukaan sungai membesar ditambah yang pernah nyebur ke sawah pasti tahulah kalau di sawah anginnya kencang.


Dan yang lebih parah adalah konsumsi air juga membesar akibat overpopulasi. Manusia mengonsumsi 2,5 liter air setiap hari dan apabila reproduksi manusia tidak terkontrol bisa jadi kelangkaan air bersih akan dialami penduduk daerah irigasi.


"apa hubungannya dengan kadar garam?"


Rumus konsentrasi larutan/molaritas :


M = n/V


M : molaritas

n : mol zat terlarut

V : volume pelarut


kesimpulannya jika poin n (mol zat terlarut) membesar maka konsentrasinya meningkat dan jika poin V (volume pelarut dalam hal ini berarti air) membesar maka konsentrasinya mengecil.


Untuk kasus peningkatan salinitas, penyebabnya adalah volume air yang menyusut secara kontinu namun kadar garamnya tetap, akhirnya airnya asin dan kualitasnya mulai jelek. Syukur kalau cuma di daerah pertanian kalau ikut merembes ke sumur untuk dikonsumsi bisa jadi masalah kesehatan juga.


Oleh sebab itu sekarang saya ujicoba menanam cabai make irigasi rembes (mau ujicoba irigasi tetes pake alat infus malah stoknya langka gegara pegidap Covid meningkat😭). Kalau ujicobanya berhasil, saya akan menerapkannya secara massif tapi maaf yah gak saya tulis disini demi menjaga kerahasiaan perusahaan.🤣🤣🤣

Komentar

Postingan Populer