CURAHAN HATI SEORANG ANTINATALIST DARI INDIA.

Barusan saya keluyuran dari grup Antinatalism. Ada pengalaman menarik sekaligus miris dari India, sebuah negeri yang jumlah penduduknya 6 kali penduduk Indonesia. 


Ada salah satu user FB yang namanya akan saya samarkan sebagai Gawre. Gawre adalah seorang yang bekerja sebagai pekerja kasar dan terlahir dari kasta dalit. Kasta yang Ia warisi jadi penyebab Ia sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Jika anda menganggap Gawre sebagai seorang pendiam anda salah, Gawre cukup mudah bergaul hanya saja Ia terlahir dari kasta dalit, kasta yang dianggap paling inferior bahkan Ia sendiri cerita ketika ia lahir, ibunya meninggal dunia karena ayahnya kesulitan mencari dokter yang mau menolong ibunya.


Ketika Gawre menyadari kisah pilu kematian ibunya saat melahirkan dirinya, dia hanya bisa merenung "untuk apa saya dilahirkan, kalau saja saya tidak pernah lahir barangkali ibu saya masih ada". Gawre tidak sengaja menemukan grup antinatalist di Facebook dan menemukan jutaan orang yang berprinsip sama, memandang dunia sebagai ladang penuh derita dan betapa bahagianya anak kita....jika tidak pernah dilahirkan.


Gawre bersumpah dia tidak akan membawa seorang anak ke dunia yang gila ini. Dia tidak ingin mewariskan kasta dalit-nya ke anaknya, dia akan menghadapi cobaan hidupnya sendirian, biarkan anak yang akan lahir dari benihnya tetap tenang bermain di nirvana. Kelak ketika Gawre pergi, tidak akan ada seorang wanita menangis karena menjadi janda, tidak akan ada seorang anak yang menangis karena kehilangan ayahnya.


Barangkali ada yang menganggap Gawre gila, silahkan. Tapi bagi saya Gawre adalah sosok yang logis dan juga penuh empati, Ia tahu kalau ia menikah dan memiliki anak, Ia hanya akan membuat anaknya menderita. Jangan jauh-jauh ke India, lihat aja sekeliling kita. Berapa banyak anak yang putus sekolah karena orangtuanya tidak mampu membiayai? Berapa banyak anak yang kekurangan gizi karena orangtuanya tidak mampu memberinya makanan? Kalau para orangtua yang akan menikah berpikir secara matang untuk beberapa tahun ke depan, pasti gak bakal banyak anak terlantar. 


Ingatlah kalau kalian tidak yakin bisa membahagiakan anak kalian, sebaiknya biarkan mereka bermain di kehidupan sebelumnya. Janganlah membuat mereka hidup dalam kesusahan dan mengutuk orang yang telah melahirkannya.


Salam sayang untuk para anak terlantar yang lahir karena keteledoran orangtuanya.

Komentar

Postingan Populer